Selasa, 03 Agustus 2010

Trader sebagai profesi


kami pernah membahas bahwa tidak ada jurus ampuh trading yang menjadikan seorang trader mendapatkan profit dengan mudah, instant dan pasti.

Tentu banyak trader yang pada awalnya profit, sebut saja “beginner’s luck” ketika awal mula bertrading. Namun kita semua menyadari bahwa trading adalah sebuah proses pembelajaran panjang untuk menjadikan seseorang menjadi master / ahli.

Dokter, pengacara, serta insinyur harus bertahun-tahun menyiapkan dirinya untuk menjadi seorang professional, sehingga dapat menghidupi serta membahagiakan keluarga atau dirinya sendiri. Sama halnya dengan seorang trader, yang juga memberikan waktu, uang dan tenaganya sebelum menjadikan posisi trader sebagai profesi (pekerjaan secara professional) hingga memungkinkan tercapainya trading for a living.

Profesi memiliki karakteristik (ciri khas) yang serupa dengan kriteria seorang trader, seperti; memiliki keterampilan (pengetahuan teoritis), berorganisasi, ada tingkatan jenjang (level), perlu disiplin, dan tidak semua orang dapat diberikan label “trader” oleh orang lain (trader / non trader) pada umumnya. Perbedaan paling mencolok, bertitik berat pada sertifikasi / lisensi yang dipegang seseorang, yang biasa disebut professional / ahli.

Belajar dari Kesalahan

Menjadikan label trader sebagai sebuah profesi, hobby, lifestyle, atau apapun bahasa yang Anda biasa gunakan, bukanlah perkara mudah. Setiap trader (amatir / ahli) pasti pernah melakukan kesalahan dan loss ketika trading. Perbedaan dasarnya adalah ketika seseorang diberikan pilihan, untuk belajar dari kesalahannya atau tetap melakukan kesalahan yang sama. Situasi dimana seorang trader sebaiknya mengambil sikap tegas dalam mengambil keputusan.

Melakukan kesalahan merupakan salah satu proses dari pembelajaran panjang sebelum menjadikan posisi trader sebagai profesi. Setiap Anda melakukan kesalahan, berhentilah sejenak dan renungkanlah, tanyakan pada diri Anda, “Apa, Kenapa, Bagaimana hal itu bisa terjadi, keputusan dan cara apa untuk mencegahnya di masa mendatang?” Singkat kata, sebaiknya Anda mulai mengevaluasi / memahami diri (kekuatan dan kelemahan) Anda, sebelum melakukan kesalahan trader yang berkelanjutan di kemudian hari.

Seseorang mempunyai hak kebebasan dalam mengambil keputusan, dan menjadi seorang trader adalah pilihan yang sama pentingnya ketika seseorang menentukan pilihan menjadi seorang dokter ataupun pengacara. Master trader, trader professional, atau ahli trading, bagaimanapun Anda menyebutnya, posisi tersebut juga merupakan posisi yang patut dihormati.

Bagaimana pandangan Anda mengenai pencapaian trader sebagai profesi saat ini? Jadikanlah inspirasi dan edukasi bagi trader lain, dengan berbagi bersama kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer